Berita Trisakti

button-twitter.png button-facebook.png

Oleh:
Humas USAKTI

Kamis, 25 Pebruari 2010 13:00
Dilihat: 3219 kali

PERSEPSI ILMU ARSITEKTUR LANSEKAP


Kata Themes dan Hudson .“The World is moving into a phase when landscape design may well be recognized as the most comprehensive of the arts.
The reasons for this are threefold: (a)  the existing delicately balanced order of nature within the biosphere, or protective envelope of the planet, is being disturbed by the activities of man, and it seems that only his own exertions can restore a balance and ensure survival; (b) these exertions call first for ecosystems that are no more that return to efficient animal state of sustained existence; and (c) man’s destiny being to rise above the animal state, he creates around him an environment that is a projection into nature of his abstract ideas. The first has aroused an intuitive urge in biological man and caused the ‘green revolution’, so described at the Stockholm Conference on Human Environment, 1972; the second has encouraged comprehensive ecological planning by experts; and the third is promoting a landscape art on scale never conceived of in history.”

 

 

Perkembangan wajah karakter alam/ruang tempat hidup kita secara bertahap semakin berkembang kearah konsep ruang metropolitan, merupakan hasil dari kebijakan/karya manusia mengenai ilmu dan seni dalam penataan ruang. Karya-karya manusia dalam mengubah bentukan-bentukan wajah alam/ruang hidup kita begitu mempesona, warna-warna alam yang dahulu terlihat menoton dengan warna hijau, dengan berkembangnya ilmu dan seni tata ruang. Ruang-ruang itu sekarang terlihat berwarna-warni dengan kesan yang begitu modern. Tetapi setelah itu, tantangan yang tengah, mungkin kedepan bakal kita hadapi adalah ruang-ruang yang tercipta mungkin tidak dapat bersahabat lagi dengan penghuninya. Ini tantangan besar bagi para perencana tata ruang, sebelum hal tersebut itu terjadi. Maka untuk  itu para perencana tata ruang ditantang harus dapat merencanakan suatu konseptual masa depan ruang yang ideal bagi tempat hidup manusia, istilah yang lebih dikenal ‘Pembangunan Berkelanjutan’.

 

 

Perubahan tata ruang terjadi pada tingkat yang semakin cepat dibandingkan sebelumnya; hari ini tidak sama seperti kemarin, dan besok akan berbeda dengan hari ini. Tidak melanjutkan pembangunan sama saja tidak ada action, demikian halnya dengan melanjutkan pembangunan akan banyak membawa dampak perubahan terhadap wajah dan karakter ruang tempat hidup kita. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan; Pertama perubahan global akan terus mempengaruhi wajah dan karakter ruang tempat hidup kita. Perdesaaan akan pindah kearah perkotaan yang lebih menguntungkan secara tata ruang perekonomian, atau pemerintah sebagai pengambil kebijakan terbesar dalam tata ruang akan lebih mudah mengarahkan pembangunan dalam semua sektor atau sub sektor pembangunan, bila ruang-ruang itu ter-intergretedKedua Pembangunan terus maju kearah megapolitan dan mengagumkan bagi kita. Pembangunan Supermal yang dilakukan atas pasar-pasar tradisional hanya merupakan awal dari revolusi tata ruang. Proyek supermal (hypermarket) menjanjikan arah pelayanan terhadap manusia akan kebutuhan bahan pokok hidupnya yang mudah, murah dan cepat. Megapolitan menghasilkan Gedung-gedung tinggi pencakar langit yang kokoh dan indah untuk membuat kota-kota lebih hidup dan menawan, ruang-ruang dalam bangunan yang sejuk dan bahkan sinar lampu-lampu kota dimalam hari begitu romantis.  Kita di awal perubahan, ketika alat-alat transportasi umum mulai di-upgrade menjadi lebih baik seperti halnya konsep Busway untuk mengatasi kemacetan dan ketidaknyamanan.

 

 

Ketiga, ada dorongan yang terus-menerus kearah urban. Otonomi daerah menciptakan kota-kota baru, semakin banyak kota, yakin bahwa tata ruang akan lebih baik di bawah kondisi pemerataan pembangunan, dimana pengambil keputusan ditingkat paling bawah yang relatif bebas dalam memutuskan kebijakan tata ruang, apa dan di mana harus dibangun dan direncanakan. Perkembangan tata ruang dari pedesaan kearah perkotaan menghasilkan banyak perubahan yang signifikan terhadap wajah dan karakter ruang hidup manusia dibandingkan ruang-ruang tempat hidup manusia sebelumnya.

 

Tiga perkembangan itu globalisasi, megapolitan dan otonomi daerah menunjukan perkembangan seni menata ruang hidup terus berkembang dari waktu ke waktu. ‘Art is continuous process’, seperti kata Themes dan Hudson .

 

 

Akan tetapi apa itu ruang dan apa kaitannya masalah-masalah itu ?.  Ruang adalah bagian dari alam semesta raya, yang ketika manusia mulai menentukan batasan-batasan terhadap alam semesta, ruang-ruang itu mulai tercipta dan terbentuk dengan sendirinya, secara parsial ruang alam tersebut terbagi menjadi 3(tiga) komponen ruang yaitu; ruang daratan, ruang lautan dan ruang udara, dimana ketiga ruang itu ter-intregred satu sama lainnya tersusun dalam suatu rangkaian ekosistem alam.

 

 

Disaat manusia mulai menentukan batasan-batasan terhadap ruang, secara tidak langsung batasan-batasan ruang itu melahirkan suatu disiplin ilmu dan seni menata ruang, oleh karena itu ilmu dan seni menata ruang sangat erat hubungannya dengan pengidentifikasian dan pemenuhan kebutuhan akan ruang yang nyaman bagi manusia dalam aktivitasnya. Definisi menurut UU No. 24/1992, tata ruang adalah wujud struktural dan pola pemanfaatan ruang baik direncanakan maupun tidak. Sehingga ketika wajah dan karakter ruang alam itu mulai di ekspolitasi untuk kepentingan manusia dalam pemenuhan kebutuhan manusia maka ruang-ruang alam akan berubah dari natural kepada ruang man made. Ruang man made adalah ruang yang tercipta atas pikiran-pikiran dan kebijakan-kebijakan manusia  dalam mengekspolitasi wajah dan karakter ruang natural bagi pemenuhan kebutuhan manusia dalam aktivitasnya. Manusia menginginkan kenyamanan dalam aktivitasnya, ruang diciptakan mengikuti fungsi dan kebutuhan sang pengguna yaitu manusia.  Tanpa disadari, manusia lupa untuk melihat bahwasannya ruang alam ini, bukan hanya miliknya manusia sendiri tetapi ruang alam ini merupakan rangkaian ekosistem yang harus dijaga kesinambungannya. Akibatnya ruang alam yang dibentuk oleh manusia mengalami penurunan nilai secara ilmu tata lingkungan. Semua itu mengilustrasikan dorongan untuk mengubah pola pikir dan konseptual manusia dalam menata ruang yang lebih berkelanjutan selaras dengan ekologi lingkungan.

 

 

Sebuah kebijakan baru mengenai transportasi umum yang layak dan nyaman dalam kota metropolitan seperti Jakarta. Busway, diyakini adalah sebuah ide kreatif dalam mengatasi salah satu masalah ketidaknyamanan akibat kemacetan di perkotaan. Keberadaan Busway ini cukup sangat membantu bagi masyarakat pengguna jasa angkutan umum Jakarta, dari opini-opini yang terbentuk dan realisasi pembangunan busway tahap selanjutnya terlihat bahwa busway adalah jasa angkutan umum masa depan yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan manusia dalam aktivitasnya. Sebagai ganti dari keluhan-keluhan kemacetan diperkotaan sosok busway muncul, lebih dari itu ternyata untuk mengeluarkan kebijakan itu tidaklah murah secara financial, riset yang telah dilakukan dan pembangunan yang sudah teralisasi ternyata banyak memakan biaya yang cukup signifikan besarnya. Tetapi itulah fenomena dalam menata ruang, bila sebelumnya ini telah terencanakan mungkin permasalahan-permasalahan ini tidaklah berarti.  Ruang koridor hijau sedikit tergantikan dari kebijakan tersebut, hal ini memang harus terjadi, salah satu harus mengalah untuk mendapatkan sesuatu hasil yang baik. Tetapi yang menjadi hal yang perlu dilihat dan didiskusikan apakah kedepan masalah ini akan terus mengikuti ? tentunya kita harus sepakat bahwa masalah-masalah itu harus bisa terselesaikan dengan bijaksana tanpa harus ada yang dicanibal. Solusi yang bijaksana yang harus dikedepankan dalam proses pemenuhan bagi kebutuhan manusia dalam aktivitasnya.

 

 

Memang, sebagai seorang perencana dan perancang ruang dapat membedakan mana yang membangun dan mana yang mungkin merusak lingkungan. Arsitektur Lansekap adalah bagian dari ilmu dan seni menata ruang, Lansekap yang awalnya mengandung pengertian terdapat didalam ilmu bumi, dengan artian; hasil akhir dari bentuk potongan topografi. Dalam bahasa inggris tua batasan kata ”landscape” mempunyai arti wilayah/region. Persepsi ilmu arsitektur lansekap mengalami perkembangan mengenai artiannya, tahun 1828, kata arsitektur lansekap untuk pertama kali diperkenalkan oleh Gilbert Lang Meason, dan  baru tahun 1858 menjadi suatu title keprofesian yang diperkenalkan oleh Frederick Law Olmstead.

 

 

Secara ilustrasi F.L. Olmstead mulai melihat bahwa ruang-ruang yang telah tercipta terlihat begitu kaku dan pasif, adanya ruang-ruang mati dan kumuh akibat dari penciptaan manusia dalam menata ruang. Konsep rencana ruang yang telah dibuat sepertinya tidak begitu signifikan memperhatikan dampak yang akan timbul di masa datang, konsep metropolitan yang sedang diterapkan untuk suatu kota secara bertahap merubah karakter ruang yang ada, gedung-gedung pencakar langit begitu monumental, hal yang secara fisik dijadikan tolak ukur keberhasilan konsep penataan ruang kota. Tetapi dibalik semua keberhasilan itu, ternyata persoalan yang timbul setelah itu, ruang-ruang antar bangunan pencakar langit yang sebelumnya ter-intregreted dengan hijaunya vegetasi, tetapi setelah ada massa gedung pencangkar langit ruang-ruang itu terkotakkan menjadi ruang-ruang yang mati, dan terlihat kumuh dan pasif tanpa adanya warna hijau vegetasi sebagai penyejuk pandangan indera.

 

 

Banyak pemegang kebijakan kota yang terjebak dalam konsep kota metropolitan yang terumuskan secara parsial, laporan-laporan studi tata ruang bangunan seakan hal yang paling ideal dalam skenario pengembangan kota. Kota-kota itu tidak lagi dapat melihat karakter pembentuk kota yang harusnya menjadi identitas kota tersebut. Seakan kota-kota itu memiliki karakter yang sama, sehingga secara parsial kota-kota itu terbentuk sama dengan kota-kota metropolitan yang ada. Apakah ilmu dan seni menata ruang harus menjadi hal yang seragam? Tentu jawabannya tidak, karena kota-kota itu memiliki kareakter dan ciri tersendiri. Arsitektur Lansekap melihat persoalan tata ruang kota ini kepada hal yang paling dalam, karena arsitektur lansekap melihat suatu keberhasilan pembangunan ruang kota bukan hanya pada hal fisik tetapi lebih kepada wajah dan karakter ruang yang sesuai dengan karakter lingkungan ekologi kota tersebut. Karena dengan mempertahankan karakter ekologi kota diharapkan keberlangsungan ekosistem dalam kota dapat berjalan dengan baik tanpa harus ada yang di canibal.

 

 

 

Ruang-ruang hijau kota merupakan elemen penting dalam pembentukan karakter kota, fungsi ruang hijau adalah untuk mempertahankan keseimbangan ekosistem kota, tanpa suatu keseimbangan maka suatu kota atau kawasan yang dikembangkan tidak akan dapat bertahan lama. Kota yang ideal adalah kota yang dikembangkan berdasarkan skala manusia, karena manusia sebagai pengguna utama yang memerlukan suatu kenyaman dalam kehidupan aktivitasnya. Bukan kepada skala gedung atau suatu monumental pencakar langit. Harus disadari konsep metropolitan yang banyak diagungkan ternyata di masa datang konsep itu mengakibatkan kota-kota terasa kaku dan pasif. Keindahan kota hanya bersifat semu dan maya. Memang kota terlihat begitu hidup, disisi lain sebenarnya kota itu telah mati secara ekologi. Polusi dan pemanasan global ruang kota semakin bertambah dari waktu kewaktu, daya dukung kota terhadap ekosistem kota mengalami penurunan yang signifikan, kenyamanan manusia terancam akibat persoalan-persoalan lingkungan yang dibuat oleh manusia itu sendiri.

 

 

Keberlangsungan suatu ekosistem haruslah dipertahankan, konsep pembangunan berkelanjutan adalah buah pikir manusia dalam melihat persoalan yang ada akibat dari kegagalan suatu konsep pengembangan tata ruang yang pernah dibuat sebelumnya. Hal yang telah disepakati dalam pengembangan tata ruang antara daerah yang terbangun dengan massa bangunan fisik dan ruang tidak terbangun dengan ruang-ruang terbuka seakan tidak dilihat dan tidak dipertimbangkan sebagai hal yang pokok dalam menata ruang, komposisi terbangun dan ruang terbuka seakan menjadi hal begitu berat untuk dapat diterapkan, ruang-ruang terbuka sebagai penyeimbang ekologi kota dari waktu ke waktu semakin berkurang keberadaannya.

 

 

(Cuplikan tulisan diambil dalam http://blog.trisakti.ac.id/ahmaddidie/)


Komentar

Belum ada komentar
Penerimaan komentar ditutup
Penerimaan Mahasiswa Baru Trisakti

icon-twitter.pngRecent Tweets

via Ikatan Alumni Universitas Trisakti (IKAUSAKTI) : Selamat Hari Raya Idulfitri 1439 H. Mohon Maaf Lahir dan Ba… https://t.co/yWxfwJkxit
Jumat, 15 Jun 2018 06:06
via @alumni_trisakti : Selamat Hari Raya Idulfitri 1439 H. Mohon Maaf Lahir dan Batin. Ikatan Alumni Universitas T… https://t.co/ANhwEeBUms
Jumat, 15 Jun 2018 06:06
via @humas_usakti - Selamat Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1439H, Mohon Maaf Lahir dan Batin Semoga amal ibadah ya… https://t.co/kJPuLWIDam
Kamis, 14 Jun 2018 14:02
Segenap keluarga besar Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Trisakti mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri… https://t.co/VB238fQ8dj
Kamis, 14 Jun 2018 13:01
Keluarga Besar Pascasarjana Usakti mengucapkan : Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H. Mohon Maaf Lahir dan Batin. https://t.co/GIIhm6lxpP
Kamis, 14 Jun 2018 12:12
Keluarga Besar Pascasarjana Usakti mengucapkan : Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H. Mohon Maaf Lahir dan Batin. https://t.co/h3eTpyUsTw
Kamis, 14 Jun 2018 12:12
Menristekdikti Mohamad Nasir dan segenap jajaran @kemristekdikti mengucapkan, 'Selamat Hari Raya Idulfitri 1439 H,… https://t.co/x2KDCHGoo2
Kemristekdikti
Kamis, 14 Jun 2018 12:12
Sidang Itsbat menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1439H jatuh pada Jumat, 15 Juni 2018 https://t.co/MY5dU1VEIc
Kementerian Agama RI
Kamis, 14 Jun 2018 12:12
Keluarga Besar Universitas Trisakti mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H. Taqobbalallahu minna wa minkum… https://t.co/d66OwBNKDH
Kamis, 14 Jun 2018 11:11
Video lanjutan " Selamat Idul Fitri 1439 H " : Bersama Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M. Sc., Ph.D Rektor Universitas… https://t.co/RMBSaXBYim
Kamis, 14 Jun 2018 06:06
Video " Selamat Idul Fitri 1439 H " : Bersama Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M. Sc., Ph.D Rektor Universitas Trisakti… https://t.co/enYmFaz1uH
Kamis, 14 Jun 2018 06:06
Seminar ini akan diselenggarakan pd Rabu, 8 Agustus 2018 di Auditorium Fakultas Teknologi Industri, Gedung Hery Har… https://t.co/lP2F1SDXZ2
Minggu, 10 Jun 2018 03:03
Fakultas Teknologi Industri Usakti akan menyelenggarakan Seminar Nasional Teknologi Industri (SNTI) 2018 yg diperun… https://t.co/SgFx1tWE5l
Minggu, 10 Jun 2018 03:03
Berita Arsitektur FTSP Usakti : STUDI LAPANGAN INOVASI TEKNOLOGI BANGUNAN KE HONGKONG https://t.co/k7K5GYEzOH https://t.co/GG6jPgExXG
Minggu, 10 Jun 2018 03:03
Foto2 inhouse training yang diselenggarakan oleh PT. East West Seed Indonesia dengan tema "Crisis Management" pada… https://t.co/Jbd2dXmKWN
MM-Sustainability Trisakti
Sabtu, 9 Jun 2018 04:04
@nplhx Tutup. Kecuali layanan Tim Promosi terkait informasi Pendaftaran Mahasiswa Baru Usakti di Lobby Gd M Kampus A Usakti.
Minggu, 10 Jun 2018 01:01
Info CECT Trisakti University : https://t.co/Lu0kmXjnQp
Sabtu, 9 Jun 2018 13:01
upaya untuk meminimalkan krisis perusahaan yg dpt terjadi sewaktu-waktu. CECT sbg pusat riset studi sgt bangga & b… https://t.co/YGXDcd55Cc
Sabtu, 9 Jun 2018 11:11
Info CECT Trisakti : - Inhouse training yang diselenggarakan oleh PT. East West Seed Indonesia dengan tema "Crisis… https://t.co/tdlsH3BLG7
Sabtu, 9 Jun 2018 11:11
BEM Fakultas Hukum Universitas Trisakti mewakili MM FH hadir pd: Seminar & Diskusi dgn tema Perkembangan & Pelaksan… https://t.co/Nz1c6ierEL
Sabtu, 9 Jun 2018 08:08

icon-fb.png Recent Posts

via Ikatan Alumni Universitas Trisakti (IKAUSAKTI) :

Selamat Hari Raya Idulfitri 1439 H.
Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Jumat, 15 Juni 2018 06:06
via Humas Universitas Trisakti - Tidak ada manusia yang sempurna...Tidak ada manusia yang tidak melakukan dosa, namun ada banyak cara untuk Iklas menerima dan mengakui atas kesalahan dan dosa yang dilakukan..Saling berjabat tangan meminta maaf penuh ikhlas. Selamat Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1439H, Mohon Maaf Lahir dan Batin

Semoga amal ibadah yang kita lakukan selama bulan suci Ramadhan akan diterima Allah SWT dan Semoga dengan Silahturahim akan membangun kebersamaan dalam menjaga Universitas Trisakti sebagai Universitas Kebangsaan yang berstandar Internasional, dalam memberikan layanan pendidikan bagi publik.

_Taqobbalallahu minna wa minkum_
_Barakallahu Fiikum_

Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar Walillahilham. -
Kamis, 14 Juni 2018 14:02
Segenap keluarga besar Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Trisakti mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1439H 😇

Taqabbalallahu minna wa minkum, Shiyamana wa Shiyamakum.. 🙏🏻
Kamis, 14 Juni 2018 13:01
Keluarga Besar Pascasarjana Usakti mengucapkan : Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H. Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Kamis, 14 Juni 2018 12:12
Keluarga Besar Universitas Trisakti mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H. Taqobbalallahu minna wa minkum (Semoga Allah menerima amal kami dan kalian).
Kamis, 14 Juni 2018 11:11
Video lanjutan " Selamat Idul Fitri 1439 H " : Bersama Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D Rektor Universitas Trisakti (Usakti) / Dirjen Sumber Daya Iptek Dikti Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi

Regrann from Ditjen Sumber Daya Iptek Dikti - JEDA

Kadang, hidup tidak selalu berlari
Ada kalanya perlu jeda sejenak.

Bukan untuk menghitung apa yang kita dapatkan
Melainkan untuk mensyukuri dan menemukan makna dari apa yang kita kerjakan.

#Kemenristekdikti #DitjenSDID #IdulFitri #1439H #Jeda - #regrann
Kamis, 14 Juni 2018 06:06
Video " Selamat Idul Fitri 1439 H " : Bersama Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D Rektor Universitas Trisakti (Usakti) / Dirjen Sumber Daya Iptek Dikti Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (bersambung...)

Regrann from Ditjen Sumber Daya Iptek Dikti - JEDA

Kadang, hidup tidak selalu berlari
Ada kalanya perlu jeda sejenak.

Bukan untuk menghitung apa yang kita dapatkan
Melainkan untuk mensyukuri dan menemukan makna dari apa yang kita kerjakan.

#Kemenristekdikti #DitjenSDID #IdulFitri #1439H #Jeda - #regrann
Kamis, 14 Juni 2018 05:05
Fakultas Teknologi Industri Universitas Trisakti akan menyelenggarakan Seminar Nasional Teknologi Industri (SNTI) 2018 yang diperuntukkan bagi Dosen, Mahasiswa dan Praktisi, dengan tema ”Peningkatan Relevansi dan Produktivitas Penelitian dan Pengembangan dalam Memenuhi Kebutuhan Teknologi di Industri”.

Seminar ini akan diselenggarakan pada hari Rabu, 8 Agustus 2018 di Auditorium Fakultas Teknologi Industri, Gedung Hery Hartanto lantai 8, Kampus A Universitas Trisakti.

Keynote Speaker Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc, Ph.D (Direktur Jenderal Sumber Daya IPTEK dan Dikti, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan).

Informasi lengkap dapat dilihat di www.snti.trisakti.ac.id.

📷✍ Renny Desianie, SH
Minggu, 10 Juni 2018 03:03
Berita Arsitektur FTSP Usakti :

STUDI LAPANGAN INOVASI TEKNOLOGI BANGUNAN KE HONGKONG

http://arsitektur.ftsp.trisakti.ac.id/news/2018/06/studi-lapangan-inovasi-teknologi-bangunan-ke-hongkong
Minggu, 10 Juni 2018 03:03
Info CECT Trisakti University :
Sabtu, 9 Juni 2018 13:01
BEM Fakultas Hukum Universitas Trisakti mewakili MM FH hadir pd: Seminar & Diskusi dgn tema Perkembangan & Pelaksanaan Fungsi Legislasi DPR serta Prolegnas Prioritas” (8/6). Penyelenggara: SAPMA PP DKI. Narasumber: Supratman Andi Agtas (Ketua Badan Legislasi DPR RI).
Sabtu, 9 Juni 2018 08:08
Bukber FKK (Forum Komunikasi Karyawan) Usakti - Ged FTI, 8 Juni 2018 https://www.instagram.com/fkk_usakti/
Sabtu, 9 Juni 2018 08:08
Mahasiswa Teknik Industri Universitas Trisakti menjadi Relawan Global AIESEC di beberapa negara seperti Italia, China, Jepang, Turki selama 6 minggu.
AIESEC sendiri adalah organisasi pemuda internasional yang memberikan dampak kepada dunia melalui pengalaman pengembangan kepemimpinan di 126 Negara.

Bersama dengan pemuda dari seluruh dunia, para mahasiswa Teknik Industri Universitas Trisakti telah melaksanakan program Leadership Opportunities, International Internships, and Global Learning Environment (Self Discovery, Team Experience, Virtual Spaces, Mentoring, Conferences/Seminars, and Learning Circles).

📷✍ Ir. Wawan Kurniawan, MT
Sabtu, 9 Juni 2018 06:06
Jam layanan Perpustakaan Universitas Trisakti terkait peringatan Hari Raya Idul Fitri 1439H

Halo Akademika! Sehubungan dengan memperingati Hari Raya Idul Fitri 1439H, Perpustakaan Universitas Trisakti akan TUTUP pada tanggal 11 Juni sampai dengan 25 Juni 2018

Terimakasih😊
Sabtu, 9 Juni 2018 06:06
via @puslitbangkll - Dalam pelaksanaan kegiatan kajian IKLH sebagai salah satu indikator Kualitas Lingkungan Hidup, Tim IKLH P3KLL-KLHK pada 6 Juni 2018 melaksanakan diskusi dengan para pakar indeks untuk pembahasan pembobotan indikator IKLH.
Bertempat di Kampus A Universitas Trisakti hadir sebagai narasumber Hernani Yulinawati, ST, MURP, Dr. Ina Krisantia, Dr. Ir. Diana Hendrawan, M.Si dari (Universitas Trisakti) dan Ir. I Made IM Brunner, Phd dari (Universitas Agung Podomoro). Pertemuan ini menyimpulkan bahwa Dalam penetapan indeks kualitas lingkungan hidup perlu adanya pengelompokan yang jelas untuk masing-masing wilayah agar tiap wilayah mendapat penilaian secara fair.**(EN).
-------------
Instagram : @p3kll
Facebook : puslitbangkll
Twitter : @p3kll
Website : http://p3kll.litbang.menlhk.go.id
Sabtu, 9 Juni 2018 03:03

Guru Besar

Hubungi Kami


Jalan Kyai Tapa No. 1 Grogol
Jakarta Barat, Indonesia
Phone: (62-21) 566 3232
Fax: (62-21) 564 4270
Email: humas@trisakti.ac.id

Alumni